Tampilkan postingan dengan label Belajar PHP. Tampilkan semua postingan
Belajar PHP bagian 4 tentang fungsi array
Salam Web11...
Dalam artikel kita kali ini, kita akan membahasa fungsi array pada php. ini adalah artikel lanjutan kami dalam proses belajar php. Bilamana teman-teman belum membaca artikel kami sebelumnya, kami sarankan teman-teman untuk membaca artikel-artikel terkait kami. berikut adalah daftar dari artikel-artikel kami sebelumnya dalam proses belajar php.
Setelah teman-teman membaca artikel-artikel terkait kami, mari kita lanjutkan ke materi selanjutnya yaitu fungsi array pada script php.
Apa itu Array ?
Array adalah variabel khusus yang dapat menampung lebih dari satu nilai pada suatu waktu.
Jika anda memiliki daftar kendaraan pribadi ( daftar nama mobil ), anda bisa menyimpan nama mobil dalam variabel tunggal seperti ini :
$mobil1="Volvo";
$mobil2="BMW";
$mobil3="Toyota";
Dan bagaimana jika teman-teman ingin memilih salah satu nama mobil tetapi teman-teman memiliki daftar nama mobil sebanyak 300 data. Solusinya adalah dengan membuat array!
Sebuah array dapat menyimpan banyak nilai dalam sebuah nama, dan teman-teman dapat mengakses nilai dengan mengacu pada nomor indeks.
Membuat array pada php.
Dalam php, "array ( )" adalah fungsi yang digunakan untuk membuat array. Di php dibedakan menjadi 3 jenis array, yaitu :
1. Indexed arrays => Array dengan indeks numerik.
2. Associative arrays => Array yang menggunakan kata kunci.
3. Multidemensional arrays => Array yang berisi satu atau lebi array.
1. Indexed Arrays
Ada 2 cara untuk membuat Indexed array, yaitu :
- Indeks dapat diberikan secara otomatis ( indeks selalu dimulai dari 0 ).
$mobil=array("Volvo","BMW","Toyota");
- Indeks ditentukan secara manual.
$mobil[0]="Volvo";
$mobil[1]="BMW";
$mobil[2]="Toyota";
$mobil[1]="BMW";
$mobil[2]="Toyota";
Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$mobil=array("Volvo","BMW","Toyota");
echo "Saya suka " . $mobil[0] . ", " . $mobil[1] . " dan " . $mobil[2] . ".";
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$mobil=array("Volvo","BMW","Toyota");
echo "Saya suka " . $mobil[0] . ", " . $mobil[1] . " dan " . $mobil[2] . ".";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (indexedarray.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
2. Associative Arrays
Ada 2 cara untuk membuat Associative array, yaitu ":
$usia=array("Bayu"=>"25","Roki"=>"23","Feri"=>"30");
atau
$usia['Bayu']="25";
$usia['Roki']="23";
$usia['Feri']="30";
$usia['Roki']="23";
$usia['Feri']="30";
Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$usia=array("Bayu"=>"25","Roki"=>"23","Feri"=>"30");
echo "Usia Bayu adalah " . $usia['Bayu'] . " tahun.";
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$usia=array("Bayu"=>"25","Roki"=>"23","Feri"=>"30");
echo "Usia Bayu adalah " . $usia['Bayu'] . " tahun.";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (associativearray.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
3. Multidimensional Arrays
Array juga dapat berisi array yang lain sebagai nilai. Yang nantinya dapat menyimpan array yang lain. Dengan cara seperti ini kita dapat membuat dua atau tiga dimensi array.Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
// Dua Dimensi array
$mobil = array
(
array("Volvo",100,96),
array("BMW",60,59),
array("Toyota",110,100)
);
echo $mobil[0][0].": dipesan: ".$mobil[0][1].". terjual: ".$mobil[0][2]."<br>";
echo $mobil[1][0].": dipesan: ".$mobil[1][1].". terjual: ".$mobil[1][2]."<br>";
echo $mobil[2][0].": dipesan: ".$mobil[2][1].". terjual: ".$mobil[2][2]."<br>";
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
// Dua Dimensi array
$mobil = array
(
array("Volvo",100,96),
array("BMW",60,59),
array("Toyota",110,100)
);
echo $mobil[0][0].": dipesan: ".$mobil[0][1].". terjual: ".$mobil[0][2]."<br>";
echo $mobil[1][0].": dipesan: ".$mobil[1][1].". terjual: ".$mobil[1][2]."<br>";
echo $mobil[2][0].": dipesan: ".$mobil[2][1].". terjual: ".$mobil[2][2]."<br>";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (multidimensional.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Untuk pembahasan artikel ini tentang fungsi array pada php, kami cukupkan sekian. semoga artikel ini bisa membantu teman-teman dalam mengerti dan memahami fungsi array dalam php. Bilamana teman-teman mengalami kesulitan dalam materi belajar php kita kali ini, teman-teman bisa langsung bertanya kepada kami dan kami akan dengan senang hati untuk membantu. Untuk materi pembelajaran kita tentang belajar php, kita akan lanjut ke sorting array pada php. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Belajar PHP bagian 3 tentang fungsi if dan switch
Salam Web11...
Apa kabar teman-teman? Kami harap teman-teman dalam kondisi sehat sehingga bisa melanjutkan materi pelajaran kita kali ini. Dalam artikel kami ini, kami akan menyambung dengan artikel kami sebelumnya tentang Belajar PHP. Seperti biasa, kami akan merefrensikan artikel-artikel yang sudah kami buat sebelumnya, agar teman-teman bisa mempelajari dari awal apa itu PHP. Berikut adalah daftar artikel-artikel tentang belajar PHP :
Itulah daftar artikel-artikel terkait kami tentang pembahasan belajar PHP. untuk artikel kami kali ini adalah membahas tentang fungsi IF pada PHP. Langsung saja kita ke pokok pembahasan.
PHP If....Else Statements
Fungsi If digunakan untuk melakukan tindakan yang berbeda berdasarkan kondisi yang berbeda.
Dalam PHP kita mengenal fungsi If sebagai berikut :
- If Statement => Mengeksekusi beberapa kode jika kondisi yang ditentukan benar.
- If...Else Statement => Mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kode salah.
- If...Else If...Else Statement => Memilih salah satu dari beberapa blok kode yang akan dieksekusi.
- Switch Statement => memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi.
1. If Statement
Pernyataan ini digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode hanya jika kondisi yang ditentukan benar.
Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (if.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
2. If...Else Satement
Pernyataan ini digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kondisi salah.Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
else
{
echo "Have a good night!";
}
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
else
{
echo "Have a good night!";
}
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (ifelse.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
3. If...Else If...Else Statement
Pernyataan ini digunakan untuk memilih salah satu dari beberapa blok kode yang akan dieksekusi.Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"10")
{
echo "Have a good morning!";
}
else if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
else
{
echo "Have a good night!";
}
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$t=date("H");
if ($t<"10")
{
echo "Have a good morning!";
}
else if ($t<"20")
{
echo "Have a good day!";
}
else
{
echo "Have a good night!";
}
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (ifelseif.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
4. Switch Statement
Pernyataan switch digunakan untuk memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi.Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$favcolor="merah";
switch ($favcolor)
{
case "merah":
echo "Warna Favorit mu adalah merah!";
break;
case "biru":
echo "Warna Favorit mu adalah biru!";
break;
case "hijau":
echo "Warna favorit mu adalah hijau!";
break;
default:
echo "Warna favoritmu mungkin merah, biru atau hijau!";
}
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$favcolor="merah";
switch ($favcolor)
{
case "merah":
echo "Warna Favorit mu adalah merah!";
break;
case "biru":
echo "Warna Favorit mu adalah biru!";
break;
case "hijau":
echo "Warna favorit mu adalah hijau!";
break;
default:
echo "Warna favoritmu mungkin merah, biru atau hijau!";
}
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (switch.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang tadi disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Demikianlah pembahasan kita dengan materi belajar PHP pada kesempatan kali ini. Disini dibahas fungsi If dan switch yang digunakan pada script PHP. Semoga teman-teman tidak mengalami kesulitan dalam pemahaman tentang Fungsi If dan switch ini. Bilamana teman-teman mengalami kesulitan, teman-teman bisa langsung tanyakan kepada kami. Kami akan berusaha membantu teman-teman. Dan untuk materi selanjutnya, kita akan bahas pada artikel Belajar php bagian 4 tentang fungsi array. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Belajar PHP bagian 2 tentang pengenalan operator
Salam Web11...
Untuk materi Belajar PHP kita saat ini memasuki pada pembahasan tentang pengenalan operator pada PHP. sebelum kita masuk pada materi kita saat ini, seperti biasa kami menyarankan teman-teman untuk membaca artikel-artikel kami sebelumnya yang masih terkait dengan pembahasan kita kali ini. Adapun artikel-artikel terkait yang telah kami buat adalah :
Baiklah bila teman-teman sudah membaca artikel-artikel diatas terkait dengan materi kita kali ini. Langsung saja kita bahas tentang pengenalan operator pada PHP.
Pengenalan Operator
Operator adalah suatu simbol yang berfungsi untuk menyusun sebuah ekspresi maupun operasi. Operator digunakan untuk memanipulasi nilai suatu variabel.
1. Operator Aritmatika
Operator aritmatika digunakan untuk melakukan perhitungan matematika.
| Operator | Fungsi |
| + | Penjumlahan |
| - | Pengurangan |
| * | Perkalian |
| / | Pembagian |
| % | Sisa Pembagian |
| ++ | Penaikkan |
| -- | Penurunan |
Contoh :
<html>
<head>
<title>Operator Aritmatika</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 200;
$bil2 = 33;
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "$bil1 + $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 - $bil2;
echo "$bil1 - $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 * $bil2;
echo "$bil1 * $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 / $bil2;
echo "$bil1 / $bil2 = $hasil<br>";
?>
</body>
</html>
<head>
<title>Operator Aritmatika</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 200;
$bil2 = 33;
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "$bil1 + $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 - $bil2;
echo "$bil1 - $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 * $bil2;
echo "$bil1 * $bil2 = $hasil<br>";
$hasil = $bil1 / $bil2;
echo "$bil1 / $bil2 = $hasil<br>";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (aritmatika.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
2. Operator Relasional / Pembanding.
Operator Relasional digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operand. Hasil perbandingan dinyatakan dengan nilai boolean. TRUE berarti benar dan FALSE berarti salah.| Operator | Fungsi |
| < | Lebih kecil dari |
| > | Lebih besar dari |
| <= | Lebih kecil sama dengan |
| >= | Lebih besar sama dengan |
| == | Sama dengan |
| != | Tidak sama dengan |
Contoh :
<html>
<head>
<title>Operator Perbandingan</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 100;
$bil2 = 20;
$teks1 = "PHP";
$teks2 = "php";
printf("%d == %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 == $bil2);
printf("%d != %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 != $bil2);
printf("%d >= %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 >= $bil2);
printf("%s == %s adalah %d<BR>n",$teks1, $teks2, $teks1 == $teks2);
printf("%s != %s adalah %d<BR>n",$teks1, $teks2, $teks1 != $teks2);
?>
</body>
</html>
<head>
<title>Operator Perbandingan</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 100;
$bil2 = 20;
$teks1 = "PHP";
$teks2 = "php";
printf("%d == %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 == $bil2);
printf("%d != %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 != $bil2);
printf("%d >= %d adalah %d<BR>n",$bil1, $bil2, $bil1 >= $bil2);
printf("%s == %s adalah %d<BR>n",$teks1, $teks2, $teks1 == $teks2);
printf("%s != %s adalah %d<BR>n",$teks1, $teks2, $teks1 != $teks2);
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (relasional.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
3. Operator Logika
Operator logika digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan operator logika adalah Boolean.| Operator | Fungsi |
| && | Operasi logika AND |
| || | Operasi logika OR |
| ! | Not atau Negasi |
Contoh :
<html>
<head>
<title>Operator Perbandingan</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 100;
$bil2 = 20;
$teks1 = "PHP";
$teks2 = "php";
$hasil = ($bil1 <> $bil2) or ($teks1 == $teks2);
printf("(%d <> %d) or (%s == %s) adalah %d<br>n",
$bil1, $bil2, $teks1, $teks2, $hasil);
$hasil = ! ($teks1 == $teks2);
printf("! (%s == %s) adalah %d<br>n",$teks1, $teks2, $hasil);
?>
</body>
</html>
<head>
<title>Operator Perbandingan</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 100;
$bil2 = 20;
$teks1 = "PHP";
$teks2 = "php";
$hasil = ($bil1 <> $bil2) or ($teks1 == $teks2);
printf("(%d <> %d) or (%s == %s) adalah %d<br>n",
$bil1, $bil2, $teks1, $teks2, $hasil);
$hasil = ! ($teks1 == $teks2);
printf("! (%s == %s) adalah %d<br>n",$teks1, $teks2, $hasil);
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (logika.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Bagaimana teman-teman, apakah kalian sudah mengerti dengan fungsi operator pada PHP? Bilamana teman-teman masih belum paham dengan fungsi operator pada PHP teman-teman bisa flashback lagi untuk membaca artikel ini secara bertahap. Dan bila teman-teman mengalami kesulitan, bisa tanyakan langsung kepada kami. Kami akan berusaha membantu teman-teman dalam proses belajar PHP ini. Dan untuk materi selanjutnya, kita akan sama-sama belajar tentang fungsi if dan switch pada php pada artikel belajar php bagian 3 tentang fungsi if dan switch. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Belajar php tentang tipe data, variabel dan konstanta
Salam Web11...
Dalam artikel kami kali ini, kami akan membahas cara belajar php tentang tipe data, variabel dan konstanta. sebelumnya pasti teman-teman sudah membaca artikel kami mengenai sintaks-sintaks pada php. Bilamana teman-teman belum membacanya, silahkan teman-teman membacanya terlebih dahulu agar teman-teman lebih memahami apa itu PHP. Sebelum kita lanjutkan ke materi ini, saya ingatkan kembali kepada teman-teman agar sudah menginstal web server localhost pada komputer teman-teman. Agar contoh script yang kami berikan bisa langsung teman-teman praktekkan. Baik langsung saja kita ke pokok pembahasan yang pertama yaitu tipe data pada PHP.
- Tipe Data
PHP mengenal 3 macam tipe data yaitu : Integer, Floating Point Number dan string.
1. Integer
- Tipe data bilangan bulat.
Contoh :
11 // desimal
-5 // negatif
0755 // oktal
9HJ1K // heksadesimal
2. Floating Point Number
- Tipe data bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.
Contoh :
5.448 // bentuk biasa
9.8UI // bentuk eksponensial
3. String
- String adalah kumpulan huruf atau kata. Variabel dapat juga menyimpan berbagai jenis data. Misalnya data numerik yang dapat dioperasikan secara matematika.
Contoh menggunakan data numerik :
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (numerik.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Contoh menggunakan data non numerik :
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (nonumerik.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
6. Nama Variabel tidak boleh mengandung spasi.
Di dalam PHP, Variabel diawali dengan karakter "$" diikuti dengan kombinasi karakter dan angka.
Contoh :
$Designweb11
$belajar_variabel
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (variabel.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
2. Floating Point Number
- Tipe data bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.
Contoh :
5.448 // bentuk biasa
9.8UI // bentuk eksponensial
3. String
- String adalah kumpulan huruf atau kata. Variabel dapat juga menyimpan berbagai jenis data. Misalnya data numerik yang dapat dioperasikan secara matematika.
Contoh menggunakan data numerik :
<html>
<head>
<title>tipe data numerik</title>
</head>
<h1>Variabel dan Tipe Data Numerik</h1>
<?
$jumlah=10;
$harga=2000;
$total=$jumlah*$harga;
echo "Jumlah beli = $jumlah <br>";
echo "Harga = $harga <br>";
echo "Total = $total <br>";
?>
</body>
</html>
<head>
<title>tipe data numerik</title>
</head>
<h1>Variabel dan Tipe Data Numerik</h1>
<?
$jumlah=10;
$harga=2000;
$total=$jumlah*$harga;
echo "Jumlah beli = $jumlah <br>";
echo "Harga = $harga <br>";
echo "Total = $total <br>";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (numerik.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Contoh menggunakan data non numerik :
<html>
<h1>Variabel dan Tipe Data String</h1>
<body>
<?
$nama="Design-Web11";
$keterangan="Memang Top";
echo "$nama, $keterangan";
?>
</body>
</html>
<h1>Variabel dan Tipe Data String</h1>
<body>
<?
$nama="Design-Web11";
$keterangan="Memang Top";
echo "$nama, $keterangan";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (nonumerik.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
- Variabel
Variabel adalah tempat menyimpan data. Aturan dalam pembuatan variabel adalah :
1. Nama variabel bisa terdiri atas hurufabjad, angka dan underscore ( _ ).
2. Nama Variabel bisa diawali dengan uderscore ( _ ).
3. Nama Variabel tidak boleh diawali dengan angka.
4. Nama Variabel tidak boleh diawali operator aritmatika.
5. Nama Variabel tidak boleh mengandung karakter khusus, seperti : @ # % ! &.6. Nama Variabel tidak boleh mengandung spasi.
Di dalam PHP, Variabel diawali dengan karakter "$" diikuti dengan kombinasi karakter dan angka.
Contoh :
$Designweb11
$belajar_variabel
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$x=5;
$y=6;
$z=$x+$y;
echo $z;
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
$x=5;
$y=6;
$z=$x+$y;
echo $z;
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (variabel.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
- Konstanta
Konstanta sama halnya dengan variabel, hanya saja konstanta bersifat statis dimana ketika nilai sudah didefinisikan maka nilai tidak dapat dirubah lagi. Di dalam PHP konstanta dapat didefinisikan dengan statement define, berbeda dengan variabel yang langsung dengan mudah didefinisikan dengan tanda " $ " dan nilai konstanta harus bertipe scalar ( Boolean, Integer, Float, String ).
Contoh :
<html>
<head>
<title>Konstanta</title>
</head>
<body>
<?php
// konstanta Judul="Hitung Luas Lingkaran"
define ("Judul", "Hitung Luas Lingkaran");
// konstanta PHI=3.14
define ("PHI", 3.14);
echo Judul;
$r=10;
echo "<br>Jari-jari : $r<br>n";
$luas=PHI * $r * $r;
echo "Luas Lingkaran = $luas";
?>
</body>
</html>
<head>
<title>Konstanta</title>
</head>
<body>
<?php
// konstanta Judul="Hitung Luas Lingkaran"
define ("Judul", "Hitung Luas Lingkaran");
// konstanta PHI=3.14
define ("PHI", 3.14);
echo Judul;
$r=10;
echo "<br>Jari-jari : $r<br>n";
$luas=PHI * $r * $r;
echo "Luas Lingkaran = $luas";
?>
</body>
</html>
Catatan : teman-teman copy script diatas dan simpan pada folder htdocs diweb server localhost yang teman-teman instal. Simpan dengan ekstensi file ".php" (konstanta.php). Setelah itu teman-teman buka web browser kemudian ketik localhost pada alamat url setelah itu pilih file yang disimpan di htdocs dan teman-teman bisa melihat hasilnya.
Demikianlah materi kita belajar php tentang tipe data, variabel dan konstanta. Untuk artikel pembelajaran ini kami cukupkan sekian. kami harap teman-teman bisa mengerti dengan materi yang kami sampaikan ini. Bilamana ada hal yang kurang jelas, bisa teman-teman tanyakan langsung pada kami. dan untuk materi selanjutnya kita akan membahas tentang pengenalan operator pada php pada artikel Belajar PHP tentang pengenalan operator. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Demikianlah materi kita belajar php tentang tipe data, variabel dan konstanta. Untuk artikel pembelajaran ini kami cukupkan sekian. kami harap teman-teman bisa mengerti dengan materi yang kami sampaikan ini. Bilamana ada hal yang kurang jelas, bisa teman-teman tanyakan langsung pada kami. dan untuk materi selanjutnya kita akan membahas tentang pengenalan operator pada php pada artikel Belajar PHP tentang pengenalan operator. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Contoh-contoh sintaks php
Salam Web11...
Apa kabarnya teman-teman? kita berjumpa kembali dalam artikel contoh-contoh sintaks php. Disini akan dibahas script contoh-contoh php agar teman-teman bisa membuat web statis berubah menjadi web dinamis. Disini kita akan bersama-sama belajar, dan sebelumnya apakah teman-teman sudah membaca artikel kami tentang sejarah dan pengertian program php? bila belum seperti biasa, kami sarankan untuk membacanya telebih dahulu agar teman-teman lebih memahami apa itu PHP.
Sebelum kita mulai dengan belajar contoh-contoh sintaks php, teman-teman harus mempersiapkan beberapa tools untuk melengkapi pembelajaran ini. Adapun hal-hal yang harus dipersiapkan antara lain :
1. Text Editor ( Software penyunting kode ) : Software yang membantu kita dalam penulisan script PHP. Contoh text editor adalah Crimson Editor, PHP Coder, Notepad++ dll.
2. Web Browser : Browser yang biasa kita gunakan. Contoh : Mozilla, Google Chrome, Internet Explorer dll.
3. Web Server ( Localhost ) : Server Local. Contoh Server local adalah XAMMP, WAMPSERVER, APACHE dll.
Setelah semuanya siap, mari kita sama-sama belajar script contoh-contoh php :
- Sintaks PHP
Sebuah script PHP dimulai dengan tanda "<?php" dan diakhiri dengan tanda "?>"
<?php
// Kode php diletakkan disini
?>
// Kode php diletakkan disini
?>
Ekstensi file untuk php adalah ".php".
Sebuah file PHP normal berisi tag html dan disisipkan kode PHP.
Berikut adalah contoh PHP sederhana untuk menampilkan tulisan "Halloo Dunia"pada web browser anda :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<h1>Halaman PHP pertama</h1>
<?php echo "Halloo Dunia!!";
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<h1>Halaman PHP pertama</h1>
<?php echo "Halloo Dunia!!";
?>
</body>
</html>
Setiap baris kode PHP harus diakhiri dengan titik koma. Titik koma digunakan sebagai pemisah satu set instruksi dari yang lain.
- Komentar pada PHP
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
//Ini adalah komentar pada PHP satu baris
/* Ini adalah komentar pada PHP yang
terdiri dari lebih satu baris */
?>
</body>
</html>
<html>
<body>
<?php
//Ini adalah komentar pada PHP satu baris
/* Ini adalah komentar pada PHP yang
terdiri dari lebih satu baris */
?>
</body>
</html>
Untuk artikel contoh-contoh sintaks php akan kami akhiri sampai disini. kami harap teman-teman dapat mulai mengerti dengan sintaks php. diatas telah dijelaskan bentuk dasar dari script php, cara menampilkan tulisan dengan php dan memberikan komentar pada script php. untuk materi selanjutnya kita akan bahas pada artikel Belajar PHP tentang tipe data, variable dan konstanta. ( Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas dari artikel yang kami buat )
Sejarah dan pengertian Program PHP
![]() |
Salam Web11...
Sebelum kita mulai masuk kedalam materi pembelajaran script Program PHP. ada baiknya teman-teman membaca artikel kami ini mengenai sejarah dan pengertian Program PHP. Disini teman-teman akan semakin mengenal apa itu php dan apakah fungsinya di dalam sebuah website. Artikel ini dikutip dari berbagai sumber.
Sejarah PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus lerdroft pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data formulir pada sebuah web.Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar tahun 1995. isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut secara umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari "Hypertext Preprocessor"/"Form Interpreted".
Pada tahun 1992, dirilis PHP/FI versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan terintegrasi dengan HTML. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan pada program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/Fi secara signifikan.
Pada tahun 1997, perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih,lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis PHP versi 3.0.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP versi 4.0. Perubahan yang paling mendasar dari PHP 4.0 ini adalah terintegrasi nya Zend engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalakan pada web server. PHP ini adalah PHP yang paling banyak digunakan dikarenakan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilisi PHP versi 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Pengertian PHP
PHP merupakan bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancangan web menulis halaman web dinamis dengan cepat.Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain :
1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.2. Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan diman-mana dari mulai Apache, IIS, lighttpd hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif lebih mudah.
3. Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis-milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
4. Dalam sisi pemahaman, PHP adalah scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
5. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows ) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Tipe data PHP
PHP memiliki beberapa tipe data, antara lain :1. Integer
2. Double
3. Boolean
4. String
5. Object
6. Array
7. Null
8. Nill
9. Resource
Bagaimana tanggapan teman-teman dengan artikel tentang Sejarah dan pengertian program PHP? kami harap artikel ini bisa memberikan pengetahuan tambahan buat teman-teman yang ingin mempelajari apa itu PHP. diatas telah dijelaskan tentang sejarah dan pengertian PHP, dan kini kita lanjut kedalam artikel Contoh-contoh sintaks PHP.





